TUGAS SOFTSKILL 1

Hari ini menjadi hari yang saya telah tunggu-tunggu. Hari dimana saya akhirnya menjadi anak kelas XII. Saya merasa sangat senang karena saya menjadi senior tertinggi di SMA, dan mempunyai banyak adik kelas di Sekolah. Pertama kali saya masuk kedalam kelas hanya sedikit orang yang saya kenal. Salah satu orang yang saya kenal adalah teman sebangku saya yaitu Faisal. Faisal sudah saya kenal sejak pertama masuk SMA, tetapi saya menjadi lebih akrab lagi setelah dia menjadi teman sekelas saya di kelas XI. Saya tak ingin hanya berdiam diri di dalam kelas, langsung saja saya beradaptasi dengan suasana kelas yang baru ini. Di dalam kelas yang baru ini cukup banyak perempuan yang cantik, salah satunya adalah Mira. Dia adalah primadona di dalam kelas XII Ipa 1. Banyak teman-teman saya yang tertarik dengan parasnya yang cantik, manis, Sholehah, dan senyumnya yang sangat menggoda. Akan tetapi dia cukup pendiam orangnya. Selang beberapa minggu, semuanya telah mengenal satu sama lain. Saya pun menjadi akrab dengan mereka semua, walaupun mereka baru saya kenal dan sebaliknya. Tidak hanya teman laki-laki saja yang saya dapat di kelas ini, ada beberapa teman perempuan yang cukup dekat dengan saya. Oleh sebab itu saya mulai meberanikan diri untuk mendekati salah satu dari teman perempuan saya itu. Yaitu Eva, dia adalah perempuan yang pertama kali menarik hati saya. Eva itu salah satu anggota dari ekskul dance di sekolah. Berawal dari temannya yang bernama Kurnia iseng memanggil saya seperti ini “Sssttttt.. Arianto, temen gua mau kenalan nih”. Dengan malu-malu saya menengok dan langsung memperkenalkan diri. “Hai, nama gue Arianto.” Dia langsung menjawabnya “ehhmm.. nama gue Eva. Salam kenal ya Arianto”. “iya salam kenal juga Eva” saya membalasnya. Semakin hari saya menjadi jatuh cinta pada Eva. Alhasil saya ingin menyatakan perasaan saya kepada dia. Kebetulan sekali sekolah saya ingin mengadakan acara Pentas Seni beberapa hari lagi. Saya pun berencana ingin menyatakannya pada saat acara Pentas Seni ini. Hari yang saya persiapkan untuk menyatakan perasaan saya pun tiba. Saya mempersiapkan mental saya di depannya nanti. Tetapi saya tidak sempat bertemu dengannya karena dia sedang sibuk mempersiapkan tim dancenya untuk acara PENSI ini. Saya tak ingin mengganggunya, sehingga saya menunggu hingga dia selesai tampil. Setelah tim dancenya selesai tampil saya tidak melihat Eva. Eva tiba-tiba menghilang dan saya tidak tahu dia kemana. Akhirnya saya tidak jadi menyatakan perasaan saya padanya. Saat masuk sekolah saya ingin bertanya kepada dia kemana dia setelah selesai mengisi acara PENSI kemarin. Saya terkejut ternyata Eva sudah mempunyai Pacar dan mereka baru jadian di saat acara PENSI kemarin. Hancur sudah semua harapan saya dalam sekejap, hilang semua khayalan saya yang ingin menjadikannya seorang Pacar.


Setelah berbulan-bulan kejadian tersebut berlalu saya mencoba untuk Move-On, Mecoba menghilangkan semua perasaan saya kepada dia. Usaha keras saya pun berhasil. Saya lalu berpikir untuk berusaha lagi mendekati teman perempuan saya. Kali ini saya melihat teman saya yang tak kalah cantik dari Eva. Dia bernama Dita. Saya mulai mengenal Dita  ketika di hari itu dia berulang tahun. Saya di ajak untuk ikut merayakan ulang tahunnya dengan di traktir Bakso bersama dengan teman-temannya. Saya saat itu tidak mengetahui kalau ia sedang di kerjai oleh teman-temannya. Yaitu dengan berpura-pura bahwa motor yang ia bawa hilang, sebenarnya motor dia telah di pindahin dan di sembunyikan di rumah salah satu teman saya. Saat mengetahui motornya tidak ada dia sempat panik dan ingin menangis. Saya paling tidak bisa melihat seorang perempuan menangis, ingin sekali saya memberi tahunya tetapi saya pun belum mengetahui rencana teman-temannya itu. Setelah sekian lam akhirnya temannya memberitahukan kepada dia bahwa motornya di sembunyikan. Saya yang mengantar dia kerumah temannya itu untuk mengambil motornya. Dari situ saya semakin dekat dengannya. BBM-an, mention-mention an di Twitter, dsb. Dia pun sering main kerumah saya bersama dengan teman-teman saya, dia juga sempat menengoki saya ketika saya sakit dan tidak bisa mengikuti acara sekolah ke JCC. Saya pun mulai berani menaruh hati padanya. Saya merasa perasaan saya disambut positif oleh Dita. Akan tetapi saya jatuh di lubang yang sama. Ternyata dia hanya menganggap saya sebagai teman biasa, walaupun saya telah berusaha untuk menjadi yang lebih dari sekedar teman biasa tetap saja dia tak meresponnya. Jadi perasaan saya ini hanya saya simpan dan pendam tanpa dapat saya nyatakan kepadanya karena responnya yang hanya menganggap saya Temannya saja. Tetapi hal diatas tidak membuat saya menjadi larut dalam angan-angan kosong. Dengan saya sudah menginjak kelas XII dan ingin menghadapi Ujian Nasional hal tersebut tidak mempengaruhi hasil Ujian saya. Saya pun LULUS dengan hasil yg memuaskan, Walaupun saya tidak di terima di Universitas Negeri yang saya inginkan.


Sampai saat ini Saya, Eva, dan Dita menjadi seorang sahabat. Saya pun masih sering bertemu dengan Eva yang masih satu Kampus dengan saya di Universitas Gunadarma, dan Dita yang sekarang pindah ke Malang untuk berkuliah di Universitas Brawijaya Masih saling berhubungan satu sama lain, Saling bercanda dan, saling menjalin tali silaturahmi sampai detik ini.

Comments

Popular Posts